Senin, 08 Oktober 2012

PERINTAH DALAM MENU BAR


File            New, Open, Close, Save,Save As, Page setup, Print perview, Print, Properties, Exit.
Edit            Undo, Repeat, Cut, Copy, Office clipboard, Paste, Paste special, Select All, Find, Replace, Go To, Object.
 View            Normal, Web Lay Out, Print Lay Out, Task Pane, Toolbars, Ruller, Document Map, Header and     Footer, Fullscreen, Zoom.
 Insert           Break, Page Number, Date and Time, Auto Text, Symbol, Picture, Diagram, Text Box, File, Object,Hyperlink.
 Format       Font, Paragraph, Bullet and Numbering, Border and Shading, Column, Tab, Dropcap, Text Direction,  Change Case, Object.
  Tools          Speling and Grammar, Research, Language, Word count, Speech, Letter and Mailing, Macro, Autocorrect Options, Customize, Options.
  Table           Draw Table, Insert, Delete, Select, Merge Cells, Split Cells, Split Table, Table Autoformat, Autofit,          Convert, Sort, Formula, Hide Gridlines, Table Properties.
 Window     New Window, Arrange All, Compare Side by side with, Split.
  Help            Microsoft Office Word Help, Hide The Office Assistant, Microsoft Office Online, Contact Us, Wordperfect Help, Check for Updates, Detect and Repair, About Microsoft Office Word.

Kamis, 04 Oktober 2012

JANGAN ABAIKAN, TOLONG DI BACA:



Anda dapat menyelamatkan nyawa seseorang dengan share ini.

STROKE:

Teman saya mengirimkan ini kepada saya.. dan meminta saya untuk mempostingkan ini dan menyebarkannya. Saya setuju.
Jikalau semua orang dapat mengingat langkah sederhana, kita dapat menyelamatkan banyak orang.

Pada saat sebuah pesta, seorang teman terjatuh dan ia meyakinkan semua orang bahwa ia baik-baik saja dan hanya terpeleset sebuah batu karena sepatu barunya.

Mereka membantu membersihkan orang tersebut dan memberikannya piring yang berisi makanan.
Meskipun ia tampak masih kurang nyaman, Ingrid melanjutkan aktivitasnya dan menikmati pesta. Suami Ingrid menelepon kemudian dan memberitahukan semua orang bahwa istrinya telah dibawa ke rumah sakit - pada jam 6 sore, Inggrid telah meninggal dunia.
Ia terkena stroke pada saat pesta. Jikalau mereka telah mengetahui bagaimana mengidentifikasi tanda-tanda stroke, mungkin Ingrid akan masih bersama kita hari ini.

Beberapa tidak meninggal. Mereka berakhir dalam kondisi tidak tertolong. Ini hanya membutuhkan waktu Anda semenit untuk membacanya..

IDENTIFIKASI STROKE:
Seorang neurologist berkata bahwa jikalau ia mendapatkan korban stroke dalam jangka waktu 3 jam, ia dapat membantu membalikkan efek dari stroke tersebut secara total. Ia berkata bahwa triknya untuk mengenal sebuah serangan stroke, dan membuat pasien secara medis ditangani dalam waktu 3 jam, yang sulit.

MENGENALI STROKE:

Ingat 3 langkah, STR. Baca dan pelajari!
Terkadang tanda stroke sulit untuk di identifikasi. Sayangnya, tidak mengetahui ini bisa berakibat fatal.
Korban stroke dapat mengalami kerusakan otak yang besar ketika orang di dekatnya gagal dalam mengindentifikasi tanda sebuah stroke.
Dokter saat ini berkata bahwa orang biasa dapat mengenal serangan stroke dengan 3 pertanyaan simple di bawah ini:

S = Minta orang tersebut untuk SMILE (Senyum)..
T = TALK. Minta orang tersebut untuk bicara kalimat yang mudah (secara langsung) contoh: Hari ini sangat cerah.
R = Minta dia untuk RAISE BOTH ARMS (Angkat kedua tangannya).

Jikalau orang tersebut kesulitan dalam melakukan salah satu dari tugas diatas, panggil ambulan dan jelaskan tanda-tandanya kepada operator.

CATATAN: Tanda lain dari sebuah stroke adalah
1. Minta orang tersebut untuk menjulurkan lidahnya.
2. Jikalau lidah tersebut bengkok, atau jikalau lidah tersebut terjulur ke satu sisi atau lainnya maka ini adalah tanda-tanda sebuah stroke.

Seorang cardiologist berkata bahwa jikalau setiap orang yang membaca status ini dan men-SHARE kepada teman-temanya maka Anda bisa yakin bahwa akan ada setidaknya satu nyawa terselamatkan.

Source: Dunia Training
sumber :http://www.facebook.com/photo.php?fbid=265470013570801&set=p.265470013570801&type=1&theater

Rabu, 03 Oktober 2012

Naskah Drama


Tema : persahabatan
Watak :  -  antagonis : Amelia , Tya , Hasna  -  protagonis : Devi , Eliza - Tritagonis : guru , Aan
Dikelas sedang berlangsung pembelajaran
Guru : Selamat pagi, anak-anak !
 Semua : Selamat pagi, Pak !
Guru : Pelajaran kita hari ini adalah mengenal penjumlahan
Guru : Kita mulai ya ? Sekarang bapak jelaskan penjumlahan. (menulis tanda + ). Ini adalah tanda yang digunakan untuk penjumlahan. Contoh ! (menulis 10+5). Siapa yang biasa ?
AAn : (3 anak ngacung)-(Eliza, Amelia,
Tya)
Guru : Coba kamu, Elisa !
Elisa : (menulis 105)
Guru : Kenapa bisa begitu ?
Elisa : Kan 10+5 (nulis 10+5= 105)
Guru : (senyum manis) Bukan begitu, tapi kamu jangan sedih, nanti bapak ajarkan
Elisa : (kembali duduk-malu-muka bersemu merah)
Guru : Caranya begini, seumpama kamu punya 2 melon. Setelah itu kamu diberi 3, berapa jumlah semuanya ?
AAn : (semua menghitung)
Vincent : Saya Pak ! (ngacung)
Guru : Iya Amelia, silahkan !
Vincent : (dengan bangga) lima pak !
Guru : Betul ! pintar kamu Amelia. Sama halnya dengan penjumlahan. 2+3=5, dan 5+10=15 bukan 105.
AAn : (dengan bodohnya) OOOooooOOOooOoo …
Guru : Ada yang ditanyakan ?
AAn : ……….
Guru : Kalau sudah, kerjakan hal 6 ! Bapak tinggal dulu sebentar ya ?
AAn : Baik Pak !
(Pak Guru jalan ke luar kelas dan meihat Devi dengan pakaian kotor)
Guru : Ada keperluan apa kamu disini ? Selain siswa dan pengajar dilarang masuk !
Devi : (diam dan menundukkan kepala)
Guru : Kamu bawa apa itu ? (nunjuk buku Devi). Coba saya lihat !
Devi : (semakin mempererat genggamannya)
Guru : Ayo sini, berikan pada bapak !
(Devi dengan pasrah memberikan buku satu-satunya)
Guru : Astaga ! jadi selama ini kamu mengikuti pelajaran bapak ? kenapa kamu tidak sekolah saja ?
Devi : Keluarga saya tidak punya uang untuk sekolah saya Pak
Guru : Jadi keluargamu kurang mampu ?
Devi : (ngangguk-ngangguk ) maafkan saya sudah berani melanggar peraturan sekolah ini.
Guru : Baiklah, saya maklumi. Besok jangan kamu ulangi ya ? Kamu akan dapat dana BOS agar bisa sekolah di sini.
Devi : Benar Pak ? Saya boleh sekolah di sini ?
(Pak Guru mengangguk sambil tersenyum)
Devi : (menyalami tangan Pak Guru) terima kasih ya Pak !
Guru : Ini juga ada sedikit uang untuk membeli peralatan sekolah (mengulurkan beberapa lembar uang ribuan)
Devi : (menerima uang tersebut) sekali lagi terima kasih ya Pak )
Seminggu kemudian Devi mulai bersekolah,ternyata Devi anak yang pintar . Setiap kali ulangan, ia selalu mendapat nilai tertinggi. Tetapi ke 3 temannya membenci Devi karena selalu mendapat nilai bagus di kelas. Pada suatu hari –TrioPembenciDevi- berkumpul dan membicarakan sesuatu)
Hasna : Gara-gara ada si sombong Devi itu, sekarang Pak Guru tidak  pernah merhatikan kita !
Tya  : Iya Bener, nilai kita sekarang juga selalu di bawah Devi.
Amelia: Jika ada lomba, pasti Devi yang selalu di tunjuk.
Hasna : Kalian semua bener, kita harus beri si Devi itu pelajaran ! Dan tentu saja pahlawanya itu.
Vincent : Pahlawan ? Siapa yang kamu maksud ?
Hasna : Uuh, siapa lagi yang suka nguntitin Devi kemana aja. Elisa kan ?
(
Tya & Amelia ngangguk)Tya : Gimana kalo kita sembunyiin buku PR nya Devi ?
Hasna : Nggak buruk.
Setiap kali mereka ingin mencuri buku Devi, selalu tidak berhasil. Dan semua itu berkat Elisa !. Pada suatu hari, diadakan pemilihan peserta lomba matematika. Devi akhirnya dipilih oleh pak Guru untuk mengikutinya.
Guru : 1 minggu lagi akan dilaksanakan lomba matematika tingkat kabupaten. Devi !
Devi : Iya Pak ?
Guru : Bapak memilih kamu untuk maju mengikuti lomba.
(HAA?!!! Semua orang terkejut mendengarnya, tak terkecuali Devi.)
Hasna : Pak ! Kenapa harus Devi ? Vincent kan lebih pinter ! masak ?.
Tya  : Iya Pak. Kenapa selalu Devi yang bapak tunjuk ?
Guru : Karena devi yang terbaik. Saya akan tetap memilih Devi apapun yang terjadi.
Elisa : Iya pak, saya setuju kalau bapak menunjuk Devi daripada orang licik itu (matanya ngelirik ke
Amelia)
 
Amelia : Jadi kamu mengejekku ?
Elisa : Jadi kamu nyadar ? ya bagus deh.
Guru : Sudah .. sudah !
Devi : (dengan gaya polosnya)Pak, bukankah lebih baik
Amelia saja yang ikut lomba ?
Guru : Saya sudah menetapkan yang mengikuti itu kamu dan itu tidak bias di ganggu gugat !
(Elisa bersorak “huuu”)
1 minggu kemudian lomba diadakan dan Devi keluar sebagai juara ke-2
Keesokan harinya …
Guru : Selamat pagi anak-anak ?
AA : Pagi Pak ?
Guru : Setelah lomba kemarin, ternyata pemenangnya adalah Devi. Mari kita beri tepuk tangan !
(yang tepuk tangan hanya Elisa dan Pak Guru)
Elisa : Kenapa kalian tidak senang jika Devi yang menang ?
Hasna : Kita bukan senang, tapi BENCI !
Elisa : Kalian iri kan ?
 
Amelia : Kenapa harus iri ? Devi itu menang cuma gara gara beruntung aja !Tya  : Jangan sombong kamu, Devi. Di sini kan kamu hanya sebagai murid dana BOS.
Elisa : Jangan dengerin mereka Devi ! mereka hanya syirik karena tidak bisa mengikuti lomba itu.
Amelia : Kalo iya, kenapa ?
Elisa : Akhirnya ngaku juga !
Guru : Sudah sudah ! kalian ini selalu bertengkar !
Devi : Pak (mengacung tangan) Bolehkah saya berbicara sebentar ?


(tanpa disetujui, Devi langsung maju ke depan kelas)
Devi : Temen2 , kemarin saya menang juga karna do’a kalian. Saya sangat berterima kasih pada kalian. Kalian memang sahabat yang terbaik
(Semuanya diam. Bahkan –TrioPembenciDevi- juga diam. Walaupun sudah dibenci, Devi tetap menganggap mereka sahabat)
Devi : Ini hadiah lomba kemarin (mamerin 2 pak buku tulis & amplop) . Saya mendapat buku & sedikit uang. Ini saya berikan untuk kalian. Kita bagi rata. OK !
(semua terkejut. Walaupun menang, Devi masih memikirkan teman2 nya)
Hasna : Devi, Maafin kami yang udah jahat sama kamu ya ?
Devi : Iya, dari dulu aku dah maafin kok
Hasna : Jadi, kita sahabat ?
Devi : (tersenyum dan mengangguk) tentu


Sekenario Novel Tears in Heaven


Tears in Heaven

Hujan adalah tangisan penghuni surga

Han geuk, seorang gadis penjaga toko sepatu loyal kepada pekerjaanya membuatnya selalu menjadi karyawan terbaik di Oulet Starseven namun, semua berubah saat seorang pemuda datang ke outlet tempatnya bekerja

Kisah menjadi makin rumit saat Pulau Jeju memberikan pertualangan baru bagi Han geuk yang ternyata memiliki rasa trauma pada hujan setiap kali hujan datang Han geuk akan jatuh pingsan bahkan nyaris merenggut nyawanya

Penyebab traumanya adalah pada waktu kecilnya Han geuk dan ayahnya mencari gingseng di perkebunannya dan ayahnya terpeleset pada saat hujan dan ayahnya jatuh terseret air sungai. Setelah kedatangan seorang pemuda ,traumanya hilang dan menyatukan cinta mereka.

Penulis : Kim chonji